PERNIKAHAN


PROFIL PENGANTIN PUTRI

Nama                           : Dede Mariana S. Pd.

Alamat                        : Jl. Gerilya RT 01 RW 10, Kr. Anyar, Kr. Tengah Sampang

Tempat / tanggal lahir :

Pendidikan                  : Sarjana Pendidikan

Pekerjaan                     : PNS

Nama Ayah                 : Bp. Marsongko

Nama Ibu                    : Ibu. Supriyati

 

PROFIL PENGANTIN PUTRA

Nama                           : Viddy Arifianto S.E

Alamat                        : Kudus

Tempat/ tanggal lahir  : 16 Januari 1983

Pendidikan                  : Sarjana Ekonomi

Pekerjaan                     : Karyawan Negeri

Nama Ayah                 : Bp. Supardi

Nama Ibu                    : Ibu. Rahayu

 

SRAH-SRAHAN

Hari/ tanggal               : 10 Desember 2008

Pukul                           : 18.30- selesai

Tempat                        : Kediaman Bp. Marsongko

Acara                           :

Ø  Pembukaan dan Atur Pembagyoharjo

Rombongan calon mempelai pria datang di sambut oleh wakil dari calon mempelai wanita. Setelah kedua belah pihak telah berdiri saling berhadapan, acara paningset dan srah-srahan segera dilaksanakan, kemudian ditanggapi oleh wakil dari calon mempelai pria. Setelah itu barang-barang paningset di terima oleh wakil dari calon pengantin wanita. Para anggota rombongan calon pengantin pria bersalam-salaman dengan  keluarga calon pengantin wanita lalu dipersilahkan duduk.

Setelah istirahat beberapa menit. Pembawa acara segera melanjutkan tugasnya. Acara berikutnya adalah ucapan selamat datang dan terima kasih yang disebut pambagyoharjo yang diwakilkan oleh Bapak Dasim sebagi wakil dari keluarga mempelai wanita.

Ø   Pasrah

Menyerahkan calon pengantin pria, yaitu calon mempelai pria berdiri berhadapan dengan calon mertua. Calon pengantin pria bersalaman dengan calon mertua, tanda bahwa calon pengantin pria telah diterima oleh calon mertua. Kemudian ada acara perkenalan dengan keluarga calon mempelai. Dalam acara tersebut ada jamuan makanan ringan dan diakhiri dengan makan bersama.

Ø  Tampi

Menerima calon pengantin pria, calon pengantin pria bersalaman dengan calon mertua, berarti bahwa mempelai putra telah diterima oleh keluarga mempelai wanita.

Ø  Penutup

Pada penghujung acara dilaksanakan pamitan dan ucapan selamat jalan, yang disampaikan oleh peñata adicara. Keluarga besan bersalaman pamit.

 

UPACARA AKAD NIKAH

Hari/ tanggal               : Kamis, 11 Desember 2008

Pukul                           : 08.00 WIB-selesai

Tempat                        : Masjid Baiturokhim, Kr. Anyar, Kr. Tengah Sampang

Acara                           : Ijab Qabul Pengantin

1.      Pembukaan

Acara ijab qabul tersebut dibuka oleh Bp. Ikhwan sebagai MC.

2.      Pembacaan Ayat Suci Al-Quran dan Shalawat

Pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Sdr. Muhammad Mujib

3.      Kothbah Qabul

Oleh Bp. Syukhun

 

4.      Ijab Qabul yang diteruskan dengan salam-salaman dengan kelurga besar kedua mempelai

  • Wali Nikah                                          : Bp. Marsongko
  • Saksi Pengantin Wanita                      : Bp. Dasim
  • Saksi Penganti Pria                             : Bp. Priambudi
  • Petugas KUA                                      : Bp. Syukhun
  • Calon Pengantin Pria& Wanita           : Dede Mariana dan Viddi Arifianto

5.      Penutup

Oleh MC yaitu bapak Ikhwan, yang diteruskan dengan salam-salaman dengan kelurga besar kedua mempelai dan kembali pulang ke rumah mempelai wanita. Kemudian salam-salaman dengan keluarga besar.

 

UPACARA PENGANTIN

Hari/ tanggal                           : Kamis, 11 Desember 2008

Pukul                                       : 11.00-selesai

Tempat                                    : Kediaman Bp. Marsongko, Jl. Gerilya RT 01 RW 10,

Kr. Anyar, Kr. Tengah Sampang

Acara                                       : Jejer

Susunan Acara

  1. Pembukaan

Oleh peñata acara.

  1. Panggih

Mempelai wanita dikeluarkan dari panti busana, selanjutnya didudukan di singgasana bahagia. Perjalanan mempelai wanita diiringi oleh para tetua, diiringi Gendhing Ketawang Sekar Teja Laras Slendro Pathet Manyura. Mempelai wanita menunggu kehadiran mempelai pria.

Kehadiran mempelai pria diiringi dengan Gending lancaran Kebo Giro laras Pelog Pathet barang.

Penganten wanita dan pengantin pria duduk di tempat yang disediakan untuk menyaksikan begalan. Begalan adalah seni tradisional Banymasan. Upacara Begalan di gelar saat rombongan pengantin pria masuk ke plataran atau halaman pengantin wanita. Wujud begalan yaitu alat-alat dapur yang dinamakan “Brenong Kepang”. Begalan adalah bentuk kesenian yang khusus digunakan sebagai bagian dari upacara perkawinan tradisional masyarakat Banyumas. Kesenian begalan biasanya dipentaskan pada upacara perkawinan apabila salah satu pengantin adalah anak pertama (Jawa: mbarep) atau anak terakhir (Jawa: ragil). properti-properti tertentu yang dijadikan sebagai sarana pengungkapan ajaran-ajaran kehidupan agar kedua mempelai yang akan memasuki hidup baru mengarungi bahtera rumah tangga mampu mendudukkan dirinya sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial. Sebagai makhluk individu diajarkan bagaimana mengenali diri agar asal mula-mulanira (asal muasal manusia), sehingga sadar akan hak dan kewajibannya sebagai makhluk Tuhan. Sebagai makhluk sosial diajarkan bagaimana seseorang mampu menempatkan diri secara proporsional dalam lingkungan keluarga (sebagai istri atau suami, sebagai ayah atau ibu serta jadi anak atau menantu), dalam lingkungan sosial masyarakat serta lingkungan alam.

Kemudian balangan gantal, dimulai dari pengantin wanita lalu pengantin pria. Setelah itu bersalaman antar mempelai pria dan wanita.

Mitdak antigan atau mempelai pria menginjak telur ayam yang telah disediakan. Ini sebagai pertanda pecah nalar pecah pikir. Dapat pula dimaknai sebagai perlambang bibit kawit.

Ranupada. Ranu berarti air, pada berarti kaki. Setelah menginjak telur, mempelai wanita segera berjongkok untuk membasuh kaki mempelai pria dengan air kembang setaman. Selesai melakukan ranupada, sang istri berdiri dibantu oleh mempelai putra. Keduanya berdiri sejajar untuk melangkah.

Setelah kedua mempelai berdiri jajar, ibunda mempelai wanita melingkarkan sindur di bahu mempelai. Yang dinamakan sindur binayang. Setelah dilingkari sindur, mempelai siap berjalan beriring menuju pelaminan. Ibunda mempelai wanita berjalan dibelakang mempelai sambil memegangi pundak mempelai berdua. Ayahanda mempelai wanita menuntun kedua mempelai dengan memegangi pucuk sindur.

Sesamapai di pelaminan, sang ayah segera duduk di pelaminan untuk melakukan acara bobot timbang. Kedua mempelai didudukan dipaha. Mempelai pria didudukan dipaha kanan, mempelai wanita didudukan dipaha kiri. Sang ayah kemudian berdiri untuk melaksanakan wisudha pengantin atau tanem pengantin. Mempelai didudukan di pelaminan oleh sang ayah dengan menekan bahu mempelai berdua. Dengan demikian mempelai berdua telah diwisuda sebagai ratu dan raja sehari. Sang ayah dan ibu segera duduk di tempat yang telah disediakan yakni disebelah kanan pelaminan.

Mempelai melakukan kacar-kucur, hasil dari kacar-kucur dititipkan kepada seorang wanita yang dipercaya menjaga keselamatan harta, yaitu ibunda mempelai wanita.  Kemudian mempelai kembali duduk di singgasana mulia.

Mempelai melakuakan pedhot ingkung goreng ayam jawa.  Setelah itu mempelai suap-suapan nasi kuning sebanyak 3x. setelah suap-suapan mempelai berdua minum air bening. Seusai minum air bening oleh pengantin, dilanjutkan acara sungkeman. Juru rias melepaskan keris yang dikenakan mempelai pria. Kedua mempelai juga melepaskan selop. Mempelsi berdua segera  menghadap kepada orang tua mempelai wanita. Lalu foto bersama dengan orangtua mempelai wanita. Kemudian sungkeman terhadap orang tua mempelai pria, dan berfoto dengan orang tua mempelai pria. Kemudian diadakan foto bersama.  Setelah selesai, mempelai kembali kepelaminan. Keris dan selop dipakai kembali. Kemudian diadakan doa bersama yang di pimpin oleh kasepuhan.

Setelah itu diadakan foto bersama dengan keluarga besar mempelai untuk berpamitan. Kemudian dilakukan kirab pengantin. Sembari para tamu menikmati hidangan, pengantin berganti busana. Setelah mempelai kembali duduk dipelaminan, acara dilanjutkan dengan pemberian nasihat perkawianan. Dilanjutkan dengan foto bersama. Kemudian ganti buasana lagi. Potong kue dan selesai.

 

2 responses to “PERNIKAHAN

  1. kadosipun kulo sampun mboten sabar kepengen nglampahi kados punapa ingkang dipunserat wonten ing nginggil hahahaha😀

    josss gandhooosss*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s