PROPOSAL HANTU JAWA


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hantu yang ada di pulau Jawa ini ternyata sangat berbahaya dan ganas. Hantu dapat merasuk ke dalam manusia dan manusia dapat bertingkah aneh. Tubuh akan menjadi lemah atau sebaliknya akan menjadi lebih kuat. Hantu dapat merambah manusia dan menguasai alam bawah sadar dalam diri manusia.

Nujum dan sihir merupakan hubungan yang sangat erat dengan hantu. Hantu tersebut dapat membantu proses ini. Manusia memanggil hantu dengan mantra-mantra tertentu untuk memanggil hantu dan akan membantu apa yang diharapkan oleh manusia. Kadang-kadang proses ini sering disalahgunakan untuk merugikan orang lain maupun pihak lain. Padahal dalam ajaran agama tidak diperbolehkan karena hal-hal seperti ini dianggap syirik atau menduakan Tuhan.

Contoh dari nujum yang sangat mudah adalah santet yang sampai sekarang ini masyarakat Jawa masih memanfaatkannya untuk melemahkan lawan dalam berbagai bidang, antara lain adalah dalam dunia olah raga dan politik. Ada banyak contoh yang dapat kita ambil dari hal-hal nujum di tanah Jawa ini.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah dipaparkan di atas, maka masalah-masalah yang dapat diifokuskan adalah sebagai berikut:

  • Hantu di tanah Jawa yang merupakan tradisi pada jaman dahulu.
  • Peranan Hantu pada jaman sekarang ini
  • Mantra-mantra yang digunakan oleh masyarakat Jawa untuk memanggil hantu.
  • Hantu dapat juga untuk menagih janji.
  • Hubungan manusia dengan hantu yang ternyata tidak terlalu jauh.

 

1.3 Tujuan Penulisan

Dari beberapa uraian yang sudah terpapar di atas, dapat kita ketahui bahwa hantu mendatangkan keuntungan bagi kita. Selain itu, hantu juga dapat merugikan bagi kehidupan orang Jawa.

Dalam penulisan yang ada dalam buku ”Dunia Hantu” berisi tentang berbagai macam dan tingkah laku hantu dalam kehidupan orang Jawa. Untuk itu, saya berharap kepada seluruh pembaca agar dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada dunia mistik kejawen ini. Mengetahui pula seluk beluk yang ada pada diri hantu tanah Jawa.

 

1.4 Manfaat Penulisan

Hasil yang diharapkan dapat bermanfaat bagi mahasiswa-mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Jawa dan masyarakat pada umumnya yaitu:

1.      Manfaat teoritis

  • Hasil kajian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang hantu-hantu dan fungsinya terhadap masyarakat Jawa.

2.      Manfaat Praktis

  • Bagi rekan-rekan pembaca

Hantu yang ada di tanah Jawa ini sangat banyak jenisnya. Semua ini juga mempunyai beberapa fungsi dan dampak dalam kehidupan sehari-hari. Bagi para rekan pembaca yang belum mengetahui apa yang disebut dengan hantu dan bagaimana kehidupan hantu pada tanah Jawa, saya harap dapat mengetahui setelah membaca hasil penulisan kajian ini. Dalam hasil penulisan kajian ini dipaparkan juga beberapa contoh yang dapat meyakinkan para pembaca sekalian.

BAB II

KAJIAN TEORI

A.    Pengertian Hantu

Biasanya hantu sangat ditakuti oleh banyak orang, tetapi tidak semua orang. Ada beberapa orang yang malah sangat senang untuk bersahabat dengan hantu, orang yang senang dengan hantu biasanya sangat identik dengan hal yang misteri. Hantu adalah makluk halus yang tidak terlihat oleh kasat mata dan hanya orang tertentu saja yang dapat melihatnya dan orang itu mempunyai kelebihan yang tersendiri.

Selama dunia ini belum kiamat, hantu tidak akan pernah mati. Dari jaman dahulu sampai sekarang banyak misteri tentang hantu ini. Banyak orang yang sudah berusaha mengungkap misteri ini, yang jelas hantu adalah makluk Tuhan juga.

Hantu ini tidak selamanya jahat. Ada hantu yang baik misalnya adalah jin Islam. Jin ini membantu para orang-orang suci untuk melaksanakan misinya. Jin ini kadang-kadang ikut melaksanakan solat dan ibadah para kyai-kyai jaman dahulu dan jaman sekarang.

  1. Peranan Hantu

Dari jaman dahulu, orang jawa sangat erat hubungannya dengan hantu. Orang Jawa bersahabat dengan hantu untuk membantu kebutuhannya, misalnya untuk mencari kesaktian, melindungi diri dari serangan musuh bahkan ada yang mencari kekayaan dengan bantuan hantu.

Sampai saat ini, manusia ada yang masih percaya dengan kekuatan hantu dan setan. Kalau sakarang, manusia membutuhkan setan untuk membantu dirinya dalam bidang eknomi, pendidikan, sampai politik juga butuh bantuan setan.

Untuk menyuruh hantu membantu kita dalam urusan masing-masing membutuhkan pengorbanan yang kadang-kadang sulit untuk kita penuhi. Ada yang perlu pengorbanan melalui puasa ngebleng, puasa ngrowot dan ada pula yang tapa pendhem. Semua itu dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

 

  1. Mantra-Mantra dalam Memanggil Hantu

Terdapat banyak mantra yang sering digunakan oleh orang Jawa. Saya berusaha untuk meneliti sebagian mantra-mantra saja yang sering digunakan untuk memanggil hantu. Ada yang memerlukan sesaji dan adapula yang memerlukan tumbal.

Orang Jawa mempunyai banyak mantra untuk memanggil hantu dan meminta bantuannya. Untuk mencari simpati dari wanita yang diidamkan oleh seorang pria biasanya orang memakai aji-aji jaran goyang atau semar mesem. Lain lagi dengan aji-aji welut putih. Aji ini biasanya dipakai oleh para maling untuk agar tidak tertangkap apabila ketahuan dalam menjalankan operasinya.

  1. Hubungan Manusia dengan hantu

Seperti yang sudah saya tuliskan di atas bahwa hubungan manusia dengan hantu sangat erat. Akan tetapi ada beberapa orang yang agak takut bahkan takut sekali untuk berhubungan dengan hantu. Hal ini disebabkan karena setiap orang berbeda-beda tingkat keberaniannya untuk menghadapi hantu dan makluk gaib.

Pada dasarnya, Tuhan menciptakan maklukNya dengan adil dan sempurna sesuai dengan titahnya. Untuk mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan kata perlu untuk introspeksi diri dan mengoreksi apakah sudah benarkah tingkah laku kita selama ini atau malah belum sama sekali.

 

.

 

 

BAB III

METODE PENELITIAN

  1. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. “Metode kualitatif didefinisikan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang diamati.”

Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik. Manawi dan Martini (1996:174) menyatakan bahwa penelitian naturatistik adalah penelitian yang bersifat/memiliki karakteristik bahwa datanya dinyatakan dalam bentuk sewajarnya/sebagai adanya.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa dalam penelitian kualitatif naturalistic data yang diperoleh diolah secara wajar dalam bentuk tulisan. Penelitian naturalistik memungkinkan adanya kejujuran data dilapangan karena data yang disajikan benar-benar sesuai dengan kenyataan yang ada dari lapangan.

  1. Data Penelitian

Lofland dikutip melalui Moloeng (1989:112) menyatakan bahwa sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Berkaitan dengan hal tersebut, data primer dalam penelitian ini adalah informasi dari para informan. Data sekunder berupa data foto serta arsip-arsip yang berkaitan dengan tradisi buka luwur didesa Kauman.

  1. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah sesepuh di desa Maguan Kecamatan Rembang.

Sumber data ditentukan dengan pertimbangan bahwa orang-orang tersebut telah mengetahui tentang seluk beluk tradisi sedekah bumi dan sedekah laut sehingga data yang diperoleh bisa terjamin keakuratannya.

D. Teknik Pengumpulan Data

1. Pengamatan Berperanserta

Pengamatan berperanserta dilakukan dengan terjun langsungke objek yang diteliti.

Bodgan (melalui Moloeng,1989:117) menyatakan bahwa: Pengamatan berperan serta sebagai penelitian yang bercirikan interaksi sosial yang memakan waktu cukup lama peneliti dengan subjek dalam lingkungan subjek dan selama itu data dalam bentuk catatan lapangan dikumpulkan secara sistematis dan berlaku tanpa gangguan.

Pendapat tersebut menjelaskan bahwa dalam penelitian kualitatif data diperoleh dengan cara peneliti harus berperan serta dalam tradisi yang akan diteliti.

2. Wawancara Mendalam

Tahap kedua dalam mencari data yaitu dilakukan dengan wawancara langsung dengan informan yang telah ditentukan sebelumnya diantaranya sesepuh

Teknik wawancara mendalam dilakukan untuk memperoleh data mengenai asal usul dan fungsi foklor tradisi sedekah bumi dan sedekah laut bagi masyarakat pendukungnya. Peneliti mengadakan wawancara pendahuluan dengan mewawancarai orang-orang yang dinilai dapat memberikan informasi yang diperlukan, kemudian ditentukan dengan informan-informan berikutnya sesuai dengan permasalahan.

3. Dokumentasi

Dalam penelitian ini peneliti mempelajari dokumen berupa buku dan artikel-artikel yang berkaitan dengan tradisi sedekah bumi dan sedekah laut di kabupaten Rembang

E. Instrumen Penelitian

Penelitian kualitatif menggunakan manusia sebagai instrumen. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang dilengkapi dengan seperangkat pengetahuan tentang tradisi sedekah bumi dan sedekah laut.

Peneliti menggunakan alat bantu dokumentasi yaitu:

a.       Kamera foto untuk mendapat gambar-gambar tentang perlengkapan serta prosesi tradisi sedekah bumi dan sedekah laut.

b.      Tape recorder untuk merekam hasil wawancara dengan informan.

c.       Catatan harian untuk mencatat hal-hal penting seperti hasil wawancara maupun hasil analisis data.

F. Teknik penentuan keabsahan data

Keabsahan data diperlukan untuk mengecek kebenaran data yang diperoleh dalam penelitian. Untuk keabsahan data pada penelitian ini digunakan cara triangulasi.yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data yang telah diperoleh (Moleong, 2002:178)

Triangulasi dalam penelitian ini adalah triangulasi metode/cara pengumpulan data ganda yang antara lain dengan pengamatan, wawancara dan analisis dokumen.

Triangulasi metode yaitu untuk mengecek kembali derajat kepercayaan data hasil pengamatan dan wawancara , dan triangulasi sumber yaitu membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh

G. Teknik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sehingga data yang diperoleh berupa data kualiatatif. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu dengan analisis kualitatif. Analisis kualiatatif mendeskripsikan tradisi sedekah bumi dan sedekah laut dengan menginterpretasikan serta membuat simpulan. Simpulan penelitian ditentukan dengan teknik induktif. Analisis induktif digunakan untuk menilai dan menganalisis data yang telah difokuskan pada tradisi sdekah bumi dan sedekah laut di Kab. Rembang yaitu asal usul, prosesi, makna sibolik,  prosesi, serta fungsi foklor bagi masyarakat pendukungnya.

 

8 responses to “PROPOSAL HANTU JAWA

  1. matur nuwun mas andra,, siiip.

    manusia yg telah tiada menjadi penguasa suatu tempat atau menjadi pemimpin suatu daerah

    tlg mas andra beri satu aja contoh nyata.
    klo ada yg terkenal.
    matur nuwun …salam.

  2. wah selamat …blog nya muaantab……………lanjutkan……..
    mau tanya nih kenapa pocong , jerangkong , kuntil anak adanya hanya di Indonesia …?
    kok diluar negeri gak ada yaa,…..he….he.

  3. tentang hantu inilah yang menjadi masalah kalau sekarang terlalu banyak expose porrrrrrrrrnoisme ok semisal hantu ngesot suster keramas ataupun film casablanca bok legimasi hantu yg difilemkan jangan di expose ini kan malah menjadi dosa jadi orang tar malah melebihkan persepsinya tentang hantuisme.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s