Simbolisme Cakil dan Perang Kembang


Perang kembang sebelumnya yang admin posting cuma 1 pupuh, dan penulisnya sendiri juga admin blum tau, tetapi setelah browsing ini ada perang kembang versinya pak dhalang…kyk perang begal, yang isinya begal2an…  nonton yook…..  😀

Susuhunan Kalijaga berada dalam persimpangan.
Sang Pembesar Negara bagaikan makan buah simalakama :
Sabaya pati sabaya mukti labuh Negara berdirinya Demak Bintoro ataukah mikul dhuwur mendhem jero leluhurnya Majapahit.

Mangro tingal Kanjeng Susuhunan, meski batinnya memihak Eyangnya, Sang Prabu Brawijaya; sebagai pendiri Negara dan Panglima ia wajib mewujudkan cita-cita Negara, sebuah tatanan baru yang membawa pencerahan bagi leluhurnya yang kapir kopar.

cakil2Kenya-Wandu03Konon dari vested interest tersebut terciptalah tokoh baru dalam pewayangan, KENYA WANDU dan BUTA CAKIL.
KENYA WANDU, sosok lelaki berpenampilan perempuan sebuah penggambaran diri Sunan Kalijaga, ambiguitas selaiknya si BUTA CAKIL raksasa berpenampilan ksatria.

Dengan rahang bawah yang menonjol keluar dihiasi gigi panjang tajam, si Cakil bersuara kecil kalau ngomong nyerocos tanpa jeda adalah symbol ahli dakwah yang tiada duanya, tiada yang mampu menandingi dalam berdebat.

Kemunculan Cakil dalam pewayangan tercerita dalam adegan Perang Begal, atau yang lebih dikenal sebagai Perang Kembang. Perangnya ksatria melawan para raksasa setelah adegan ‘Gara-Gara’.
Perang Kembang sejatinya tamsil kehidupan manusia.

Setelah mengalami Gara-Gara, chaos, manusia butuh keseimbangan, aktualisasi diri.
Dipenuhi idealisme yang menggebu-gebu tergambar sebagai empat punggawa raksasa pengikut Cakil, symbol 4 elemen dalam dirinya. Bumi, Geni, Angin, Banyu atau dalam terminology Islam Aluamah, Supiyah, Amarah, Mutmainah.
Idealism yang mengebu-gebu ini, yang membawa manusia terbang keawang-awang harus dibumikan kembali
Disesuaikan dengan keadaan & kondisi riil yang dihadapi agar taktik tidak merusak strategi.

CAKIL selalu mati karena tertusuk kerisnya sendiri :mrgreen: Muncul sebagai perlambang kebutuhan Manusia akan WATAK
WATAK adalah keberpihakan pada suatu kepentingan, dimana Ideologi menjadi motor yang bergerak dalam jiwa tanpa henti dengan konsekwen untuk membela kepentingan
WATAK tercermin dalam SIKAP, bermuara pada seluruh aktivitas gerak hidup manusia
Watak inilah yang menjiwai dan memberi visi pada gerak hidup manusia
Watak menghindarkan dari vested interest, sikap yang plin-plan atau mencla-mencle.

Punokawan-Togog

Cakil juga punya pandherek. Pandhereknya malah tidak kalah dengan pandhereknya Arjuna. Yaitu Togog, yang seasal-usul dengan Semar dan Bethara Guru.
Ini juga sebuah simbolisme, dalam aktualisasi diri manusia watak manusia bisa bermutasi sesuai dengan fatsun STATUS SOSIAL MENENTUKAN WATAK SOSIAL.
Maka menjadi sebuah pertanyaan ultim bagi setiap manusia yang memperjuangkan idealismenya, akankah dia bermutasi atau tetap setia pada idealismenya?
Diemong oleh Semar atau menjadi diemong oleh Togog?

CECAK MUNGSUH BAYAPERANG KEMBANG ‘CICAK LAWAN BUAYA’

Dalam konteks Indonesia, menilik situasi akhir-akhir ini dimana seakan terjadi kebangkrutan di segala bidang kehidupan bangsa, kaum muda ditantang dalam Gara-Gara besar untuk memenangkan Perang Kembang.
Perang Cicak lawan Buaya, yang disponsori Buta Cakil.
Dalam pandangan saya, ada sebuah proses yang terjadi sehubungan dengan ‘sileme prau gabus timbule watu item’ sebuah jangka atau ramalan tentang Indonesia.
Akan ada ‘Perang Silih Klambi’, penegak hukum melawan penegak hukum, yang nantinya akan menyingkapkan yang putih sejatinya hitam yang hitam sejatinya putih.
Si Buta Cakil akan menemui naasnya karena tertusuk kerisnya sendiri.

Maka bagi saya segala peristiwa yang terjadi ini menimbulkan optimisme akan bangkitnya ideal reformasi, tidak malah membuat pesimis.

‘Geni sakpelik munggah krapak’ sabda Sang Susuhunan Kalijaga
Ya api yang kecil itu telah menjalar, dan akan membakar semuanya
BAKAR… BONGKAR…

Salam Revolusi
Salam Buta Cakil

sumber: http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/11/11/simbolisme-cakil-dan-perang-kembang/#comment-1765

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s