Berkobarnya Jamuan Pendawa


Negeri Astinapura tampak gagah, megah dan elit. mulai dari rajanya, pamongnya, sekertarisnya, bendaharanya, hingga kurirnya.Kemegahan itu didukung dari fasilitas yang didapat, mulai uang jlan pamongnya uang saku 17.000 perhari, bendahara 16000/ hari, uang makan 1000/kelompok sekali makan dan belum fasilitas2 yang lain. Tapi sayang itu semua hanya semu, duryudhana hanya sendiri datang ke astina, lalu yang lainn kemana?? sampai2 Duryudhana mengadhuh pada bapaknya destarastra ketika hampir massa pergantian pandhudewanata.

Adoh bapa…adooh bapa.. adooh bapa…. kie lelakone kepriye? apa bener sedulur saka ngastina bakal rawuh??? bakal ngrembug babagan

pensiun, njuk kae Yudhistira wis gedhe.. kepriye kiieee mengko?? (ngapak mode: on) banjur nasibku lan sakadang kepriyeee’??????? yen oleh aku arep dadi pepalang lan tak sirnakake kabeh kae anake pandhu…

drestarasta hanya diam, tercengang, dan membisu…tapii apa daya, ujaran, arahan dan teguran bapaknya sendiri diacuhkan.. uft… tak bisa berkata-kata.

Suatu sore dibawah pohon rindang pematang sawah duryudhana menemui kroni dan punggawanya. mulai mendesain untuk pelenyapan  anak kunthi. aktornya cuma beberapa tapi kroninya ratusan. Pendhawa yang jumlahnya sedikit itu tentu saja tak sebanding kalau harus melawan lakon buruk dan kudeta demi kudeta dari anak drestarastra.

Suatu pagi duryudhana berhasil mmbujuk kunthi dan anak2nya, untuk melihat lihat keadaan sekitar kerajaan astina dan meminta agar untuk mengajak yudhistira untuk ikut serta. tapi tak hanya it, kunthi mengajak semua anak2nya dan itu menjadi keuntungan tersendiri bagi duryudhana (sekali tepuk 1ibu 5 anak lenyap)

Tobe Continue yaa… udah pagi nii…😉

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s